Film Reviews: “The Thin Blue Lie”
Film ini menceritakan tentang sebuah penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi di daerah Philadelphia pada tahun 1976. Dalam film ini diceritakan juga tentang perjuangan seorang reporter yang bernama Jonathan Neumann untuk mengungkapkan sebuah kriminalitas dan kebenaran yang ada di kotanya. Dalam mengungkapkan kasusnya Jonathan Neumann sangatlah pemberani. Disaat dia ditugaskan untuk meliput berita tentang penyakit yang menyebabkan banyak orang keracunan di Philadelphia yang disebut “penyakit legiuner”. Inspektur Golden mengklaim bahwa mereka semua adalah keracunan makanan bahkan sebelum dokter mengidentifikasinya. Jonathan Neumann menulis sebuah artikel tentang kejadian ini yang berjudul “Penyakit Legiuner, 24 orang tewas, 221 dirawat. Dokter tak berdaya”. John melanggar aturan dengan masuk ke TKP. Akibatnya kesalahan yang dibuat olehnya mengakibatkan ia dipindahkan oleh atasannya ke sebuah kantor berita yang bernama “Examiner”.
Dalam tugas pertamanya di Examiner, dia ditemani Reynolds pergi ke Ink & Quill Club ditugaskan untuk meliput sidang kasus pembunuhan yang menjadi terdakwanya adalah seorang pria yang bernama O’brien yang dituduh membakar rumah Martinez untuk membunuhnya. Mulai dari kasus ini lah muncul kecurigaan John, karena john merasa ada yang janggal pada kasus ini. Untuk mengungkapkan kasus ini John mencari informasi lebih lanjut. Dan John pun mendapatkan informasi bahwa para polisi mengetahui O’brien itu tidak bersalah, namun polisi itu menutupinya dengan membuat laporan palsu bahwa O’brien lah sebagai pelaku pembunuhan tersebut. Akhirnya John pun menemui O’brien untuk mewawancarai kasus yang sedang dialaminya. Disana lah O’brien mengaku bahwa dia tidak melakukan pembunuhan yang dituduhkan kepadanya tapi dia dipaksa untuk mengakuinya, dengan ancaman akan disiksa oleh polisi dan para detektif. Selain O’brien, John pun mewawancarai para tetangga dan saksi yang ada yang mengetahui masalah O’brien ini. Dan hasil wawancara yang diperoleh John adalah bahwa Dave Patterson lah yang menjadi pelaku pembunuhannya.
Setelah memperoleh data-datanya, John pun memuat beritanya itu kedalam koran tanpa pemberitahuan atasannya terlebih dahulu. Ketika John ingin mencari transkrip data yang berisi fakta tentang kasus ini, John malah mendapatkan ancaman keras dari kepolisian. Dari sinilah John bertemu dengan Phil Chadway yang menjadi partnernya untuk membantunya dalam menyelidiki kasus pembunuhan ini. Pada saat John menyelidiki kasus ini, bertepatan dengan kampanye pemilihan kembali walikota Philadelphia. Dalam kegiatan kampanye Frank Rizzo yang ingin menjadi walikota yang untuk ketiga kalinya, John dan Phill mulai menemukan teka-teki yang mengarah kedalam kasus pembunuhan ini.
Pada di suatu hari akhirnya John menemukan transkrip tersebut mereka pun semakin bersemangat untuk menuntaskan kasus ini dan membongkar kejahatan yang terjadi di pihak kepolisian dan sang walikota. Tetapi hal tersebut diketahui oleh pihak kepolisian, John dan Phill malah menjadi buronan dan terus diburu oleh pihak kepolisian. Dengan bermodal transkrip tersebut John kembali ke kantor Examiner untuk mengajukan pembuatan berita tersebut, namun usaha John itu sempat dilawan oleh pernyataan dari semua detektif yang hadir pada saat hari kejadian. Kemudian fakta berhasil diungkap bahwa para detektif tersebut juga mendapat ancaman untuk membalikkan fakta yang ada. Kemudian John mendapatkan kesempatan yang telah diberikan oleh atasannya di Examiner. Dan atasannya pun mulai mempercayainya dengan menugaskannya untuk memperoleh konfirmasi dari kepolisian. Dalam proses konfirmasinya itu, John datang ke kantor polisi, tapi sayangnya ia malah terjebak dan diancam oleh polisi yang biasa melakukan tindak kekerasan terhadap para saksi. John pun hampir saja ingin dibunuh oleh para polisi itu, tapi untungnya tidak jadi dan John pun dibebaskan. John tidak menyerah begitu saja. John pun mendatangi kafe yang berisikan para polisi yang sedang bersantai dan beristirahat. John pun dipandang sinis oleh para polisi yang berada disana. John pun diseret oleh enam orang polisi kedalam sebuah gudang. Disanalah John mendapatkan konfirmasi dari keenam orang polisi itu yang tidak terlibat dalam kasus tersebut karena sudah tidak ingin mengikuti kegiatan kepolisian yang berisi dengan kebohongan dan kejahatan itu.
Ketika John sedang memantau berita yang dimuatnya, John dibuat terkejut dengan kedatangan detektif yang menyerbunya dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil. Ia dibawa ke sebuah kuburan yang disana ada 2 buah liang kubur yang terbuka begitu saja. Yang satu lubang berisikan mayat seorang anak yang berusia sekitar 7 tahunan dan lubang yang satu lagi kosong. John pun didorong masuk kedalam liang kubur yang kosong tersebut. Di depan liang kubur itulah, ia mengetahui sisi lain dari kasus ini. Ia diberitahu para detektif itu, bahwa kadang dalam perkara jaksa tidak peduli karena ia hanya butuh publisitas, sedangkan pengacara pembela yang hanya butuh uang, dan hakim yang tidak bernyali yang ada dipikirannya hanyalah gaji besar. Hanya polisi yang peduli, jadi mereka terpaksa berbuat seperti itu. Polisi hanya ingin membuat kota menjadi lebih baik lagi. Dari situlah John menyimpulkan bahwa yang bersalah itu bukan hanya Golden tetapi juga Frank Rizzo, walikota yang telah menjabat 3 kali periode kekuasaan. Setelah John membebaskan diri, pada suatu kesempatan saat bertemu Rizzo, John berhasil merekam pengakuan walikota itu.
Pada keesokan paginya, dimuatlah berita tentang hasil penyelidikan John di Examiner. Dengan sebuah Headline, “FBI Dakwa Polisi dan Rizzo Penyalahgunaan Wewenang”,
Akhirnya Danny O’Brien dibebaskan dari penjara. Para detektif pembunuhan yang membuatnya di penjara dikirim ke penjara federal. Frank Rizzo tak berhasil mengubah piagam kota untuk menjadikannya walikota seumur hidup. Ia mundur dari politik. Dan penyelidikan yang dilakukan John segera memberi dampak positif. Atas tindakan kebenaran John ini, ia dihadiahkan sebuah Pulitzer. Hingga kini, tulisan atau suntingan Jonathan Neumann telah menerima 5 penghargaan Pulitzer.
Pendapat gue:
Dalam film ini kita belajar bahwa untuk menjadi seorang wartawan atau jurnalis yang professional harus mempunyai sifat rasa ingin tahu yang tinggi dan juga keberanian agar terciptanya sebuah idealisme yang baik. Idealisme sangatlah penting karena idealisme merupakan sebuah identitas dari seorang jurnalis itu sendiri. Dan dalam idealisme itu sendiri mencerminkan bahwa seorang jurnalisme sejati harus memiliki integritas yang tinggi yang tidak bisa disuap oleh uang ataupun sebuah penghargaan.
Selain itu, seorang wartawan atau jurnalis harus memberikan berita yang sebenar-benarnya. Karena dalam buku “Sembilan Elemen Jurnalisme” kewajiban pertama seorang jurnalis adalah pada kebenaran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar